Selasa, 24 April 2012

Gila Boy Band



Saat ini boyband menjadi trend tersendiri di kalangan para remaja. Bagaimana tidak, tiap hari yang selalu ramai diperbincangkan ditengah tongkrongan remaja wanita adalah boyband. Tak terkecuali di kelasku.  Tiap hari yang jadi pembahasan mereka kalau tidak boyband atau girlband pasti film korea. Yang jelas pembahasannya tidak jauh dari orang-orang korea deh. Band yang palin sering aku dengar dari mulut mereka adalah super junior. Awalnya aku bingung dengan yang mereka bicarakan. Tapi lama-kelamaan aku mulai mengerti kalau yang mereka perbincangkan yah seputar personil boyband itu. Mulai dari kesukaan, pacar sampai video-video keseharian mereka. Jujur aku pusing dengarnya. Dan yang paling aku tak suka kalau mereka mengeluarkan kata-kata yang bikin lidah terlipat-lipat. Belakangan aku tahu kalau ternyata kata itu yang sering keluar dari mulut personil boyband idola mereka. Tapi lebih dari itu aku paling benci, kalau teman-teman si pecinta cowo korea itu kirim sms tak penting ke nomorku. Sekadar ingin memberi tahu kegiatan mereka yang lagi downlod video atau film mereka. Hem…penting yah aku tahu. Makin tak mengerti aku dengan teman-temanku ini.

gambar dari teguhbayu.com: personil super junior



Sering terbersit tanda Tanya dalam benakku tentang mereka. Apa yang mereka suka dari boyband itu. Sampai tergila-gilanya mereka dengan orang-orang korea. Tak tahan menyimpan tanda Tanya itu, iseng-iseng aku bertanya deh kepada mereka. Ternyata tak di duga mereka hanya suka dengan wajahnya. Emang segitu cakepnya yah sampai segala seuatu yang menyangkut mereka mesti di koleksi. Mulai dari video, film, lagu, baju, pulpen sampai poster-poster mereka. Dan yang paling anehnya, banyak diantara mereka para pencinta manusia-manusia Korean itu yang tak tangggung-tanggung mengeluarkan kocek yang terbilang bombastis hanya untuk menonton konser idolanya itu. Saat ini saja beberapa teman kelasku sementara mengumpulkan uang untuk konser idolanya itu di Jakarta. Kalaupun mungkin mereka begitu pantas diidolakan, ingat loh jangan sampai kita malah lebih cinta dengan mereka ketimbang Allah dan Rasul-Nya.  
Aku bingung kenapa mereka bisa selebay itu mengidolakan boyband asal korea. Kalau alasan wajah dan style. Sorry yah untuk para fansnya Justru salah satu alasan aku tak suka dengan boyband karena wajah dan style mereka. Maaf sekali lagi nih yah, karena aku tak suka dengan dengan gaya mereka yang seperti perempuan. Apa lagi dengan melihat video yang waktu itu aku tonton karena ajakan teman satu pondokanku. Para personilnya bernyanyi ala cewek lengkap dengan kostum ceweknya. Belum lagi di video yang tak sengaja aku lihat di putar oleh salah satu teman kelasku. Mereka memainkan drama Cinderella dan sebagian besar dari mereka memerankan peran cewek. Tapi anehnya temanku itu yang mengaku penggemarnya malah tertawa terbahak-bahak melihat ulah idolanya. 


Gambar dari infinitelovers.blogspot.com: super junior bergaya perempuan

Alasan mereka bisa tergila-tergila dengan boyband, menurutku pribadi sangat tak masuk akal. Bagaimana tidak, mereka suka karena wajah dan style mereka yang katanya lelaki idaman. Tapi malah tetap bisa tertawa melihat idolanya itu bergaya cewek. Aku jadi kasihan dengan mereka, begiitu rendahnya kriteria laki-laki idaman yang mereka inginkan. Padahal seharusnya yang patut mereka jadikan idola itu adalah lelaki karena keimanannya bukan karena tampangnya. Tampang menarik itu banyak tapi iman yang kuat itu sangat sedikit. Hanya satu manusia yang patut kita jadikan idola utama. Dan orang itu siapa lagi kalau bukan Rasulullah SAW. Dialah manusia pilihan yang diutus Allah untuk dijadikan idola oleh orang-orang yang beriman. Tak banggakah kita ketika mengidolakan orang yang diutus langsung oleh pemilik kehidupan ini. Tidak malukah kita menyandingkan Rasulullah dengan idola-idola kita yang tak ada apa-apanya jika dibandingkan dengan beliau di hati kita. Tak malukah kita memgikuti tingkah laku personil boy band itu. Sementara tingkah laku yang diajarkan Rasulullah yang kita imani sebagai utusan Allah kita hiraukan. Naudzubillah, semoga masih ada rasa malu dihati kita dan masih ada niat ingin memperbaiki segala kekeliruan itu.
Beginilah fenomena boyband yang mulai merusak pemikiran para remaja muslim. Hal itu terjadi karena gaya hidup hedonisme yang mulai menjamur dikalangan para remaja kita. Yang mungkin tidak menutup kemungkinan juga terkadang terjadi pada diri saya pribadi. Jika ada yang harus disalahkan, maka lingkunganlah yang paling pantas disalahkan. Kenapa saya katakana demikian. Yah karena lingkungan memaksa kita untuk ikut dalam alurnya. Apalagi untuk diri saya pribadi, walaupun sudah berusaha kuatkan iman tapi ternyata masih ada-ada saja celah lingkungan buruk kembali mempengaruhi. Kan, kita tahu iman itu kadang naik kadang turun.  
Lantas apa yang harus kita lakukan dengan fakta ini. Apa kita hanya diam membiarkan ada mukjizat yang akan mengubahnya. Atau kita menunggu lailatul qadr datang mengubah lingkungan menjadi lebih baik. Atau kita menunggu hingga lingkungan itu sendiri yang mengubah dirinya. Jawabannya adalah mana mungkin. Kalau bukan kita siapa lagi. Kalau kita katakan biar Allah sendiri yang mengubahnya toh kan Allah sebagai pengatur kehidupan. Tapi apa Allah senang jika kita tak mau berusaha sendiri mengubahnya. Lupakah kita dengan salah satu firman-Nya yang kurang lebih bunyinya “ Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum hingga kaum itu sendiri yang mengubahnya”. Cara  yang paling efektif untuk menjaga pemikiran islam kita adalah dengan lingkungan yang mendukung. 
Lantas lingkungan yang seperti apakah yang dimaksud itu. Tidak lain adalah lingkungan islam. Dimana seluruh aktivitas kita didasarkan pada aturan islam yang notabenenya adalah aturan yang dibuat sendiri oleh Allah pemilik kehidupan ini. maka tak perlu menunggu lagi sekarang lah waktunya syariat islam harus kita terapkan dengan mewujudkan khilafah seperti yang pernah berdiri sebelumnya. Orang-orang barat sendiri tahu persis bagaimana kesejahteraan umat manusia saat itu dengan berdirinya negara islam. Tapi ingat bukan hanya orang-orang silam yang sejahtera, non muslimpun turut meraskannya. Yang paling penting adalah akidah islam kita terlindungi. Pemikiran islam kita terjaga.

0 komentar:

Posting Komentar

Copyright © 2014 Rumah Baca