Gila Boy Band
Saat ini boyband menjadi trend
tersendiri di kalangan para remaja. Bagaimana tidak, tiap hari yang selalu
ramai diperbincangkan ditengah tongkrongan remaja wanita adalah boyband. Tak
terkecuali di kelasku. Tiap hari yang jadi pembahasan mereka kalau tidak
boyband atau girlband pasti film korea. Yang jelas pembahasannya tidak jauh
dari orang-orang korea deh. Band yang palin sering aku dengar dari mulut mereka
adalah super junior. Awalnya aku bingung dengan yang mereka bicarakan. Tapi
lama-kelamaan aku mulai mengerti kalau yang mereka perbincangkan yah seputar
personil boyband itu. Mulai dari kesukaan, pacar sampai video-video keseharian
mereka. Jujur aku pusing dengarnya. Dan yang paling aku tak suka kalau mereka
mengeluarkan kata-kata yang bikin lidah terlipat-lipat. Belakangan aku tahu
kalau ternyata kata itu yang sering keluar dari mulut personil boyband idola
mereka. Tapi lebih dari itu aku paling benci, kalau teman-teman si pecinta cowo
korea itu kirim sms tak penting ke nomorku. Sekadar ingin memberi tahu kegiatan
mereka yang lagi downlod video atau film mereka. Hem…penting yah aku tahu.
Makin tak mengerti aku dengan teman-temanku ini.
Sering terbersit tanda Tanya
dalam benakku tentang mereka. Apa yang mereka suka dari boyband itu. Sampai
tergila-gilanya mereka dengan orang-orang korea. Tak tahan menyimpan tanda
Tanya itu, iseng-iseng aku bertanya deh kepada mereka. Ternyata tak di duga
mereka hanya suka dengan wajahnya. Emang segitu cakepnya yah sampai segala
seuatu yang menyangkut mereka mesti di koleksi. Mulai dari video, film, lagu,
baju, pulpen sampai poster-poster mereka. Dan yang paling anehnya, banyak
diantara mereka para pencinta manusia-manusia Korean itu yang tak
tangggung-tanggung mengeluarkan kocek yang terbilang bombastis hanya untuk
menonton konser idolanya itu. Saat ini saja beberapa teman kelasku sementara
mengumpulkan uang untuk konser idolanya itu di Jakarta. Kalaupun mungkin mereka
begitu pantas diidolakan, ingat loh jangan sampai kita malah lebih cinta dengan
mereka ketimbang Allah dan Rasul-Nya.
Gambar
dari infinitelovers.blogspot.com: super junior bergaya perempuan
Alasan mereka bisa
tergila-tergila dengan boyband, menurutku pribadi sangat tak masuk akal.
Bagaimana tidak, mereka suka karena wajah dan style mereka yang katanya lelaki
idaman. Tapi malah tetap bisa tertawa melihat idolanya itu bergaya cewek. Aku
jadi kasihan dengan mereka, begiitu rendahnya kriteria laki-laki idaman yang
mereka inginkan. Padahal seharusnya yang patut mereka jadikan idola itu adalah
lelaki karena keimanannya bukan karena tampangnya. Tampang menarik itu banyak
tapi iman yang kuat itu sangat sedikit. Hanya satu manusia yang patut kita
jadikan idola utama. Dan orang itu siapa lagi kalau bukan Rasulullah SAW.
Dialah manusia pilihan yang diutus Allah untuk dijadikan idola oleh orang-orang
yang beriman. Tak banggakah kita ketika mengidolakan orang yang diutus langsung
oleh pemilik kehidupan ini. Tidak malukah kita menyandingkan Rasulullah dengan
idola-idola kita yang tak ada apa-apanya jika dibandingkan dengan beliau di
hati kita. Tak malukah kita memgikuti tingkah laku personil boy band itu.
Sementara tingkah laku yang diajarkan Rasulullah yang kita imani sebagai utusan
Allah kita hiraukan. Naudzubillah, semoga masih ada rasa malu dihati kita dan
masih ada niat ingin memperbaiki segala kekeliruan itu.
Beginilah fenomena boyband yang
mulai merusak pemikiran para remaja muslim. Hal itu terjadi karena gaya hidup
hedonisme yang mulai menjamur dikalangan para remaja kita. Yang mungkin tidak
menutup kemungkinan juga terkadang terjadi pada diri saya pribadi. Jika ada
yang harus disalahkan, maka lingkunganlah yang paling pantas disalahkan. Kenapa
saya katakana demikian. Yah karena lingkungan memaksa kita untuk ikut dalam
alurnya. Apalagi untuk diri saya pribadi, walaupun sudah berusaha kuatkan iman
tapi ternyata masih ada-ada saja celah lingkungan buruk kembali mempengaruhi.
Kan, kita tahu iman itu kadang naik kadang turun.
Lantas apa yang harus kita
lakukan dengan fakta ini. Apa kita hanya diam membiarkan ada mukjizat yang akan
mengubahnya. Atau kita menunggu lailatul qadr datang mengubah lingkungan
menjadi lebih baik. Atau kita menunggu hingga lingkungan itu sendiri yang
mengubah dirinya. Jawabannya adalah mana mungkin. Kalau bukan kita siapa lagi.
Kalau kita katakan biar Allah sendiri yang mengubahnya toh kan Allah sebagai
pengatur kehidupan. Tapi apa Allah senang jika kita tak mau berusaha sendiri
mengubahnya. Lupakah kita dengan salah satu firman-Nya yang kurang lebih
bunyinya “ Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum hingga kaum itu sendiri
yang mengubahnya”. Cara yang paling efektif untuk menjaga pemikiran islam
kita adalah dengan lingkungan yang mendukung.
Lantas lingkungan yang seperti apakah
yang dimaksud itu. Tidak lain adalah lingkungan islam. Dimana seluruh aktivitas
kita didasarkan pada aturan islam yang notabenenya adalah aturan yang dibuat
sendiri oleh Allah pemilik kehidupan ini. maka tak perlu menunggu lagi sekarang
lah waktunya syariat islam harus kita terapkan dengan mewujudkan khilafah
seperti yang pernah berdiri sebelumnya. Orang-orang barat sendiri tahu persis
bagaimana kesejahteraan umat manusia saat itu dengan berdirinya negara islam.
Tapi ingat bukan hanya orang-orang silam yang sejahtera, non muslimpun turut
meraskannya. Yang paling penting adalah akidah islam kita terlindungi.
Pemikiran islam kita terjaga.


0 komentar:
Posting Komentar