Indonesia Vs Malaysia
Semua rama meneriakkan
Indonesia …Indonesia… Indonesia . Larut dalam keheningan menanti hasil
pertandingan. Siapa yang akan mnejadi pemenang menjadi hal yang paling
ditunggu-tunggu malam ini. bagaimana tidak selama ini Indonesia dan Malaysia
sangat sering terseret masalah sengketa. Entah itu sengketa pulau, lagu daerah,
tarian daerah serta beberapa warisan budaya yang lain. Malaysia menjadi musuh
bubuyutan Indonesia.
Gol... gol…gol… yah, satu gol
diciptakan oleh gunawan mengawali pesta kemeriahan di Stadion Bung Karno.
Semuanya larut dalam selebrasi kemenangan. Ada yang meniup terompet dan yang
lainnya memukulkan botol air mineral hingga terdengar suara gaduh di seluruh
penjuru stadion. Tak terkecuali aku dan teman-teman tetangga kamar kost. Meski
hanya menonton pertandingan lewat layar kaca Hp. Aku dan teman-teman tetap
bahagia. Berharap Indonesia, garuda muda bisa mempersempahkan emas untuk
Indonesia.
Namun kesenangan itu tak bertahan
lama. Beberapa menit kemudian Malaysia berhasil menyamakan kedudukan. Kini
giliran Malaysia yang merayakan kemenangannya. Cara mereka tak jauh berbeda
dengan cara penonton garuda merayakan kemenangannya. Haya saja suara yang
dihasilkan mereka tidak seberapa dengan Indonesia. selain karena jumlah penonton
kita memang jauh lebih banyak. Juga karena semangat kita memang lebih tinggi
dari mereka. Sudah menjadi rahasia umum bahwa pecinta sepakbola di Indonesia
sangat besar jika dibandingkan dengan Negara lain. Jadi wajar saja jika kita
melihat antusias penonton tiap kali ada pertandingan sangat besar. Sampai rela
berdesak-desakan hanya sekedar membeli tiket pertandingan sudah jadi berita
biasa buat Indonesia. lihat saja saat David Becham bertandang ke Indonesia.
Menit- menit akhir pertandingan di
babak pertama, skor tetap pada posisinya. Kedudukan seimbang hingga pluit wasit
dari Australia menandakan babak pertama telah usai.
Babak kedua kemudian disambut
hangat oleh para pemain Indonesia. permainan mereka sangat baik. Melihat permainan
kita mulai baik, Malaysia pun kembali memperbaiki permainannya. Hingga akhirnya
tidak ada yang mampu mengubah kedudukan sampai berakhirnya babak kedua.
Ternyata pertandingan belum
berakhir. Kini wasit menambah waktu limabelas menit. Kedua tim kembali
menampilkan kebolehannya dalam memainkan bola. Lengak-lenggok kaki mereka
sangat jelas menampakkan kemahirannya dalam mengoper bola. Kedua tim bermain
imbang. Tak ada yang mau menyerah. Skor masih setia di posisinya. Berkali-kali
pemain garuda menembakkan bola ke gawang lawan. Namun tetap saja bisa dibendung
oleh penjaga gawang Malaysia. Begitupun lawanny tak hanya satukali pemain
mereka menendang bola kearah gawang. Namun keberuntungan msih belum berpihak
padanya.
Hingga detik-detik terkhir
penambahan waktu masih belum ada yang ebrhasil menjebol gawang lawannya
satu-sama lain. Penambahan waktu limabelas menit keduapun di berikan oleh wasit
berkulit putih itu. Peluang demi peluang berdatang untuk Indonesia. Tapi masih
tak ada yang mampu menembus gawng lawan. Teriakan kecewapun sering terdengan di
tengah para penonton. Tak terkecuali di kosku. Gol…gol…gol..yah. ketika ada
peluang semua kompak berteriak menyemangati pahlawan lapangan hijau kita.
Padahal bagaimanapun kami berteriak tak akan terdengan oleh pemain kita.
begitulah bentuk antusias kami mendukung pejuang bola Indonesia. dan penambahan
limabelas menit kedupun berakhir. Belum ada yang beruntung menembuh pertahanan
penjaga gawang baik Indonesia maupun Malaysia.
Tendangan finalty jadi pilihan
terakhir untuk mengubah skor. Indonesia mendapat giliran pertama. Tibo jadi
penendang pertama. Tidak sulit baginya menembus pertahanan gawang Malaysia.
Kini giliran lawan. “Yah gol” suara kecewa penonton terdengar. Skor kembali
sama, sama lagi dan sama lagi hingga skor tiga sama. dan dua tendangan
penentupun ditunggu-tunggu. Kini giliran kesempatan Indonesia untuk merubah
posisi skor. Ternyata, harapan tinggal harapan. Indonesia hanya bisa kecewa dan
tak sedikit menghujat penendang bola tersebut.
Parangtambung, 22 Juni 2012

0 komentar:
Posting Komentar