Jumat, 22 Juni 2012

Indonesia Vs Malaysia


Semua rama meneriakkan Indonesia …Indonesia… Indonesia . Larut dalam keheningan menanti hasil pertandingan. Siapa yang akan mnejadi pemenang menjadi hal yang paling ditunggu-tunggu malam ini. bagaimana tidak selama ini Indonesia dan Malaysia sangat sering terseret masalah sengketa. Entah itu sengketa pulau, lagu daerah, tarian daerah serta beberapa warisan budaya yang lain. Malaysia menjadi musuh bubuyutan Indonesia.
Gol... gol…gol… yah, satu gol diciptakan oleh gunawan mengawali pesta kemeriahan di Stadion Bung Karno. Semuanya larut dalam selebrasi kemenangan. Ada yang meniup terompet dan yang lainnya memukulkan botol air mineral hingga terdengar suara gaduh di seluruh penjuru stadion. Tak terkecuali aku dan teman-teman tetangga kamar kost. Meski hanya menonton pertandingan lewat layar kaca Hp. Aku dan teman-teman tetap bahagia. Berharap Indonesia, garuda muda bisa mempersempahkan emas untuk Indonesia.
Namun kesenangan itu tak bertahan lama. Beberapa menit kemudian Malaysia berhasil menyamakan kedudukan. Kini giliran Malaysia yang merayakan kemenangannya. Cara mereka tak jauh berbeda dengan cara penonton garuda merayakan kemenangannya. Haya saja suara yang dihasilkan mereka tidak seberapa dengan Indonesia. selain karena jumlah penonton kita memang jauh lebih banyak. Juga karena semangat kita memang lebih tinggi dari mereka. Sudah menjadi rahasia umum bahwa pecinta sepakbola di Indonesia sangat besar jika dibandingkan dengan Negara lain. Jadi wajar saja jika kita melihat antusias penonton tiap kali ada pertandingan sangat besar. Sampai rela berdesak-desakan hanya sekedar membeli tiket pertandingan sudah jadi berita biasa buat Indonesia. lihat saja saat David Becham bertandang ke Indonesia.
Menit- menit akhir pertandingan di babak pertama, skor tetap pada posisinya. Kedudukan seimbang hingga pluit wasit dari Australia menandakan babak pertama telah usai.
Babak kedua kemudian disambut hangat oleh para pemain Indonesia. permainan mereka sangat baik. Melihat permainan kita mulai baik, Malaysia pun kembali memperbaiki permainannya. Hingga akhirnya tidak ada yang mampu mengubah kedudukan sampai berakhirnya babak kedua.
Ternyata pertandingan belum berakhir. Kini wasit menambah waktu limabelas menit. Kedua tim kembali menampilkan kebolehannya dalam memainkan bola. Lengak-lenggok kaki mereka sangat jelas menampakkan kemahirannya dalam mengoper bola. Kedua tim bermain imbang. Tak ada yang mau menyerah. Skor masih setia di posisinya. Berkali-kali pemain garuda menembakkan bola ke gawang lawan. Namun tetap saja bisa dibendung oleh penjaga gawang Malaysia. Begitupun lawanny tak hanya satukali pemain mereka menendang bola kearah gawang. Namun keberuntungan msih belum berpihak padanya.
Hingga detik-detik terkhir penambahan waktu masih belum ada yang ebrhasil menjebol gawang lawannya satu-sama lain. Penambahan waktu limabelas menit keduapun di berikan oleh wasit berkulit putih itu. Peluang demi peluang berdatang untuk Indonesia. Tapi masih tak ada yang mampu menembus gawng lawan. Teriakan kecewapun sering terdengan di tengah para penonton. Tak terkecuali di kosku. Gol…gol…gol..yah. ketika ada peluang semua kompak berteriak menyemangati pahlawan lapangan hijau kita. Padahal bagaimanapun kami berteriak tak akan terdengan oleh pemain kita. begitulah bentuk antusias kami mendukung pejuang bola Indonesia. dan penambahan limabelas menit kedupun berakhir. Belum ada yang beruntung menembuh pertahanan penjaga gawang baik Indonesia maupun Malaysia.
Tendangan finalty jadi pilihan terakhir untuk mengubah skor. Indonesia mendapat giliran pertama. Tibo jadi penendang pertama. Tidak sulit baginya menembus pertahanan gawang Malaysia. Kini giliran lawan. “Yah gol” suara kecewa penonton terdengar. Skor kembali sama, sama lagi dan sama lagi hingga skor tiga sama. dan dua tendangan penentupun ditunggu-tunggu. Kini giliran kesempatan Indonesia untuk merubah posisi skor. Ternyata, harapan tinggal harapan. Indonesia hanya bisa kecewa dan tak sedikit menghujat penendang bola tersebut.
Kesempatan kembali diberikan ke pemain Malaysia. Semua mata tertuju pada proses tendangan bola. Gol. Indonesia kembali harus menerima kekalahan dari negeri tetangga. Negeri serumpun. Lagi, lagi dan lagi Indonesia kecewa.
Parangtambung, 22 Juni 2012

0 komentar:

Posting Komentar

Copyright © 2014 Rumah Baca