Selasa, 08 Januari 2013

Kapitalis, Sistem Kompromi



Berdasarkan hasil perhitungan suara, pemilih perempuan lebih suka Obama walaupun hanya berbeda tipis dengan Mit Romney. Persentasi pemilih perempuan yang memilih obama sebesar 55 % dan pesaingnya (Mit Romney ) sebesar 43 %. Hal tersebut dilansir bisa terjadi karena Obama dan istrinya pro terhadap aborsi dan perenikahan sejenis sedangkan Mit Romney anti terhadap aborsi yang bebas (freer abortion) dan pernikahan sejeniskecuali korban pemerkosaan, hubungan sedarah, atau kehamilan yang berisiko terhadap keselamatan si ibu. Romney juga ingin menghentikan subsidi terhadap keluarga berencana. Mit Romney menentang berlakunya undang tentang aborsi yang lebih bebas (freer abortion law ) dan pernikahan sejenis yang lain (more legislation).
Alasan obama menyetujui aborsi karena ingin mengurangi kematian ibu akibat aborsi yang tidak aman dan alasan menyetujui pernikahan sejenis yaitu atas dasar  menghormati hak kebebasan manusia sebagaimana ide dalam sistem demokrasi yang sanagt mencintai kebebasan.
Hal yang jadi sorotan Obama dengan perkataan kandidat senat dipihak Mit Romney yang bernama Richard Mourdrack bahwa korban pemerkosaanpun tidak boleh diaborsi karena menurutnya pemerkosaan terjadi akibat kehendak tuhan. Namun Mit Romney membantah hl tersebut. menurutnya korban pemerkosaan boleh di aborsi.
Penilaian seperti ini biasa di muncul dalam dunia politik barat untuk menciptakan penilaian skala relatif. Misalnya pada kasus Palestiana dan Pakistan. Tersebar opini dimasyarakat bahwa meskipun Obama melakukan  penyerangan di Pakistan yang menyebabkan banyaknya warga sipil yang terbunuh dia lebih mendukung Palestina dibandingkab Mit  Romney. Sama halnya dengan Mit Romney, meskipun dia lebih agresif terhadap Iran namun dia mendukung nilai-nilai kehidupan yaitu dengan tidak mendukung aborsi.
Sehingga penyelesaian masalah ini tergantung pada hasil negosiasi. Konsesi dan akhirnya kompromi. Dimana setiap ide yang dikeluarkan tergantung pihak yang diuntungkan. Selain itu politik seperti ini akan menciptakan sebuah pilihan diantara hal-hal yang seharusnya tidak bisa dipilih. Sehingga masyarakat Amerika serikat baik muslim mupun non muslim akan terpaksa memilih presiden atas dasar penilaian kebijakan yang yang lebih minim menimbulkan keburukan. Dan akhirnya akan mengantarkan para pemilih untuk lebih jau dari kebenaran hakiki. Bahkan bisa menyamarkan perbedaan antara kebenaran dan keburukan.
Romney menentang berlakunya undang-undang tentang aborsi yang lebih bebas (freer abortion law ) dan pernikahan sejenis yang lain (more legislation). Dia menggunakan kata “freer” atau lebih bebas dan “more” atau lebih. Artinya jika tidak terlalu bebas dia menyetujui dan jika tidak berlebihan dia sepakat. Ini adalah hal betul-betul relativisme. Ada unsur kompromi didalamnya. Ini juga menyiratkan bahwa dia setuju dengan segala keburukan asalkan tidak berlebihan. Jika tidka hati-hati warga muslim di Amerika akan tergiring kedalam situasi yang mampu menjauhkannya dari keyakinannya terhadap aturan ketat mengenai aborsi dalam islam. dan semakin menjauhkan umat muslim mengambil aturan secara kaffah. Dan menjadikan warga amerika tak terkecuali warga muslim menjadi muslim yang apatis dan pragmatis.

Menilik akar masalahnya

Politik ala kapitalis tidak akan pernah melahirkn pemimpin yang memiliki integritas. Karena selalu didasarkan pada prinsip kompromi dalam menyelesaikan masalah. Sehingga tidak ada rambu-rambu yang jelas untuk membedakan anatar yang baik dan buruk. Terlebih karena aturan yang digunakan lemah. Hanya dilandaskan kepada aturan yang mana memiliki keburukan yang lebih sedikit dibanding yang lain maka, aturan itulah yang digunakan. 


Bagaimana dengan Islam?

Lain halnya denga politik islam. Politik dalam islam tidak mengenal kata kompromi. Apalagi untuk hal yang sudah jelas keburukannya. Politik seperti ini sangat bertolak belakang dengan tujuan islam untuk mengantarkan manusia dari zaman jahiliyah menuju zaman yang cemerlang. Karena hal ini akan mensamarkan kejelasan kemungkaran.
Dalam islam kita diwajibkan untuk berdakwah tidak hanya kepada kaum muslim tapi juga dengan non muslim dengan prinsip islam dan keyakinan yang utuh tanpa kompromi. Maka akan memperjelas kebenaran (haq). Prinsip seperti ini akan terjaga sebaik-baiknya hanya pada daulah islam (khilafah islamiyah ) yang benar-benar menerapkan aturan islam secara kaffah tanpa kompromi. Sebagaimana perintah Allah kepada umat muslim untuk kembali kedalam islam secara kaffah dan tidak mengikuti langkah-langkah syetan (al-Baqarah :208)

0 komentar:

Posting Komentar

Copyright © 2014 Rumah Baca