Kapitalis, Sistem Kompromi
Berdasarkan
hasil perhitungan suara, pemilih perempuan lebih suka Obama walaupun hanya
berbeda tipis dengan Mit Romney. Persentasi pemilih perempuan yang memilih
obama sebesar 55 % dan pesaingnya (Mit Romney ) sebesar 43 %. Hal tersebut dilansir
bisa terjadi karena Obama dan istrinya pro terhadap aborsi dan perenikahan
sejenis sedangkan Mit Romney anti terhadap aborsi yang bebas (freer abortion) dan
pernikahan sejeniskecuali korban pemerkosaan, hubungan sedarah, atau kehamilan
yang berisiko terhadap keselamatan si ibu. Romney juga ingin menghentikan subsidi
terhadap keluarga berencana. Mit
Romney menentang berlakunya undang tentang aborsi yang lebih bebas (freer
abortion law ) dan pernikahan sejenis yang lain (more legislation).
Alasan
obama menyetujui aborsi karena ingin mengurangi kematian ibu akibat aborsi yang
tidak aman dan alasan menyetujui pernikahan sejenis yaitu atas dasar menghormati hak kebebasan manusia sebagaimana
ide dalam sistem demokrasi yang sanagt mencintai kebebasan.
Hal
yang jadi sorotan Obama dengan perkataan kandidat senat dipihak Mit Romney yang
bernama Richard Mourdrack bahwa korban pemerkosaanpun tidak boleh diaborsi
karena menurutnya pemerkosaan terjadi akibat
kehendak tuhan. Namun Mit Romney membantah hl tersebut. menurutnya korban
pemerkosaan boleh di aborsi.
Penilaian
seperti ini biasa di muncul
dalam dunia politik barat untuk menciptakan penilaian skala relatif. Misalnya
pada kasus Palestiana dan Pakistan. Tersebar opini dimasyarakat bahwa meskipun
Obama melakukan penyerangan di Pakistan
yang menyebabkan banyaknya warga sipil yang terbunuh dia lebih mendukung
Palestina dibandingkab Mit Romney. Sama
halnya dengan Mit Romney, meskipun dia lebih agresif terhadap Iran namun dia
mendukung nilai-nilai kehidupan yaitu dengan tidak mendukung aborsi.
Sehingga
penyelesaian masalah ini tergantung pada hasil negosiasi. Konsesi dan akhirnya
kompromi. Dimana setiap ide yang dikeluarkan tergantung pihak yang diuntungkan.
Selain itu politik seperti ini akan menciptakan sebuah pilihan diantara hal-hal
yang seharusnya tidak bisa dipilih. Sehingga masyarakat Amerika serikat baik
muslim mupun non muslim akan terpaksa memilih presiden atas dasar penilaian
kebijakan yang yang lebih minim menimbulkan keburukan. Dan akhirnya akan
mengantarkan para pemilih untuk lebih jau dari kebenaran hakiki. Bahkan bisa
menyamarkan perbedaan antara kebenaran dan keburukan.
Romney
menentang berlakunya undang-undang tentang aborsi yang lebih bebas (freer
abortion law ) dan pernikahan sejenis yang lain (more legislation). Dia
menggunakan kata “freer” atau lebih bebas dan “more” atau lebih. Artinya jika
tidak terlalu bebas dia menyetujui dan jika tidak berlebihan dia sepakat. Ini
adalah hal betul-betul relativisme. Ada unsur kompromi didalamnya. Ini juga
menyiratkan bahwa dia setuju dengan segala keburukan asalkan tidak berlebihan. Jika
tidka hati-hati warga muslim di Amerika akan tergiring kedalam situasi yang
mampu menjauhkannya dari keyakinannya terhadap aturan ketat mengenai aborsi
dalam islam. dan semakin menjauhkan umat muslim mengambil aturan secara kaffah.
Dan menjadikan warga amerika tak terkecuali warga muslim menjadi muslim yang apatis
dan pragmatis.
Menilik akar masalahnya
Politik
ala kapitalis tidak
akan pernah melahirkn pemimpin yang memiliki integritas. Karena selalu
didasarkan pada prinsip kompromi dalam menyelesaikan masalah. Sehingga tidak
ada rambu-rambu yang jelas untuk membedakan anatar yang baik dan buruk.
Terlebih karena aturan yang digunakan lemah. Hanya dilandaskan kepada aturan
yang mana memiliki keburukan yang lebih sedikit dibanding yang lain maka,
aturan itulah
yang digunakan.
Bagaimana dengan Islam?
Lain halnya denga politik islam. Politik dalam islam tidak
mengenal kata kompromi. Apalagi untuk hal yang sudah jelas keburukannya. Politik
seperti ini sangat bertolak belakang dengan tujuan islam untuk mengantarkan
manusia dari zaman jahiliyah menuju zaman yang cemerlang. Karena hal ini akan
mensamarkan kejelasan kemungkaran.
Dalam islam kita diwajibkan untuk
berdakwah tidak hanya kepada kaum muslim tapi juga dengan non muslim dengan
prinsip islam dan keyakinan yang utuh tanpa kompromi. Maka akan memperjelas
kebenaran (haq). Prinsip seperti ini akan terjaga sebaik-baiknya hanya pada
daulah islam (khilafah islamiyah ) yang benar-benar menerapkan aturan islam secara
kaffah tanpa kompromi. Sebagaimana perintah Allah kepada umat muslim untuk
kembali kedalam islam secara kaffah dan tidak mengikuti langkah-langkah syetan
(al-Baqarah :208)

0 komentar:
Posting Komentar