Gaza dan Kau
Innalillah. Mendengar kabar tentang Gaza dan
mendengar kondisi ade, keduanya membuat hati saya tercabik. Marah tapi apa daya
ya Allah kecuali melanjutkan perjuangan yang sudah dimulai demi tidak
berulangnya kondsi-kondisi menyakitkan seperti diatas.
Ada yang bilang jangan meminta masalah dimudahkan
tapi mintalah pundak dikuatkan, tapi saya akan meminta keduanya "Ya ALLAH
ringankanlah, mudahknlah segala permasalahan yang dihadapi adikku. Tidak harus mudah dihadapan semua manusia ya Allah, tapi paling tidak
adikku bisa melihatnya sebagai sesuatu yang mudah dan ringan.
Berilah kekuatan padanya, kuatkanlah pundaknya dalam menghadapi segala ujian
dari-Mu. Aamiin.
Kita pun harus ingat pesan ini: "Jika kau tidak
menemukan bahu untuk bersandar, maka ketahuilah bahwa selalu ada tempat untuk
bersujud." Karena berbagai penyebab kita tak selalu bisa menemukan bahu
tempat bersandar ketika ujian datang. Tapi pemilik, pelaksana, sekaligus
pengawas ujian itu selalu ada bersama kita. Maka pilihan terbaik ketika ujian
terasa menyesakan dada adalah mengembalikan ujian itu kepada pemiliknya.
Meminta jalan keluar, kemudahan dan kekuatan dalam sujud kita kepada-NYA. Kami
yang mengaku saudara seideolgi dengan ade tak selalu bahkan kebanyakan tak bisa
bersama untuk memberikan bahu kami sebagai tempat ade bersandar ketika lelah
dan melemah, tapi ketahuilah Zat yang menciptakan kami, bahu-bahu kami tidak
pernah meninggalkan ade.
Kau berterima kasih atas doa dari saudarimu. Kau bahkan mengatakan menyandingkan masalahmu dengan masalah saudari kita di Gaza tak sepadan. Masalahmu dengan mereka sungguh
tidak ada apa-apanya. Mereka telah kehilangan keluarga bahkan kehormatannya.
Sedangkan kau masih ancaman dibunuh ditambah beberapa lebam di tubuh akibat pukulan yang mungkin menurut mereka
belum seberapa. Rumah mereka di bom. Darah bercucuran bisa jadi lebih deras
dari air mata yang kini kau keluarkan.
Dia mohonkan dirimu kekuatan, tapi
sesungguhnya doanya ini sudah memberimu kekuatan. Kau mengaku malu dengan kondisimu mengahadapi masalah
yang belum seberapa ini jika dibandingkan dengan mereka. Walaupun mungkin
dimata orang lain masalah ini cukuplah besar. Tapi hingga kini kau masih sangat yakin
bahwa Allah memberikan ujian ini karena Dia tau bahwa atas kehendaknya kau mampu
melaluinya. Mungkin saat ini kau masih terlihat tertatih melewati
kerikil-kerikil tajam yang bahkan melukai kaki hingga membuat sekujur tubuh
kesakitan, tapi kau yakin
bahwa di depan ada obat yang akan
mengobati luka ini. Hanya butuh proses dan keinginan yang kuat serta doa untuk mampu sampai ke
garis finish.
Maros,
13 Ramadhan 1435 Hijriah/ 11 Juli 2014

0 komentar:
Posting Komentar