Selasa, 30 Juli 2013

Bangkitnya Sosialis dengan Isu pemanasan Global



Hakikat dari sebuah ideologi yaitu ingin menguasai dunia.  Terlebih untuk idologi yang lahir dari hasrat kepentingan manuisa. Kapitalis telah membuktikan setidaknya kurang lebih satu abad ini begitupun sosialis-komunias yang tidak sempat mencapai setengah abadpun mengusai dunia dengan ideologinya. Kemudian mati karena terkalahkan oleh kapitalis. Lebih tepatnya mati suri. Kini muncul kembali tanda-tanda bangkitnya kembali ideolgi tersebut.
Dengan mati surinya ideologi sosialis, para pendukungnya mulai berpikir keras untuk membangungkannya kembali. Beberapa dekade lalu hal ini sudah mulai tercium. Kemuidan isu lingkungan di cetuskan untuk memuluskan rencana tersebut. Sekitar tahun 1960-an isu ini mulai merebak. Namun tidak banyak yang mampu menggunakan indera penciumannya dengan baik untuk mengetahui isu ini sebagai dogma para sosialis.


Pemikiran orang-orang diluar penganut idologi ini dicekoki dengan isu lingkungan dalam bentuk pemanasan global. Kemudian mencari kambing hitam yang harus disalahkan dari terjadinya pemanasan global ini. Satu-satunya yang paling memungkinkan dijadikan kambing hitam adalah manusia itu sendiri sebagai penggerak kehidupan di dunia. Karena manusialah yang paling berpengaruh dan menguntungkan bagi mereka jika dibawa pada posisi terjepit.
Pemanasan global adalah hal lumrah dialami di alam ini. Bahkan jika ditilik lebih dalam, meningkatnya suhu di bumi tidak hanya terjadi sekali ini. Jauh sebelum isu ini merebak suhu bumi sudah pernah mengalami peningkatan. Namun ketika para kaum pragmatis ingin mengambil keuntungan jika  isu ini merebak. Maka tidak tanggung isu ini di naikkan ke puncak popularitas kembali.
Isu pemanasan global ternyata tidak berdiri sendiri untuk melancarkan rencana bulus dari para penganut sosialais. Ada isu depopulasi, kesetaraan gender dan lain-lain yang juga dicetuskan oleh para elit kapitalis. Mereka memutar otaknya sedemikian rupa untuk menjadikan dunia dalam kuasanya. Kemudian menjadikan orang-orang yang berada di negara berkembang sebagai anteknya dengan atau tidak diketahui oleh antek-antek tersebut. Dan tak lupa pemerintah sebagai orang paling berpengaruh melegalisai rencana tersebut. Didukung oleh teknologi yang dimilikinya. Dunia bisa seketika dihancurkan kemudian menawarkan bantuan pada daerah sasaran. Negara berkembang menjadi sasaran empuk para elit enviromentalis ini. Negara yang cukup mudah di dogma. Negara yang sangat mudah di bodoh-bodohi karena tidak memiliki ideologi yang jelas. Bukan kapitalis maupun sosialis apalagi islam. Bahkan sebagian orang mengatakan bahwan Indonesia memiliki idologi banci.
Oleh karena itu Indonesia menjadi sasaran empuk apalagi dengan sumber daya alam yang sangat meilimpah. Para pengincar kekuasaan dunia menjadikan Indonesia sebagai arahan tembak sebagai binatang buruan. Terlebih karena satu-satunya yang mengancam eksistensi rencana untuk membangunkan sosialais adalah ideologi islam bukan kapitalis. Karena kapitalis kini sudah diambang kehancuran tinggal menunggu realisasi kematiannya. Sehingga Indonesia sebagai Negara dengan penduduk yang beragama islam terbesar di dunia menjadikannya daya tarik tersendiri untuk di hancurkan. Hal ini ternyata sangat mudah dilakukan oleh mereka karena orang-orang islam terpecah-pecah. Tersekat oleh nasionalisme. Kemdian di sekat-sekat lagi oleh ikatan kesukuan. Hingga tak ada lagi yang namanya ikatan ideology dalam kamus mereka. Yang ada hanya ikatan nasionalisme. Sehingga saudara muslim di luar Indonesi tak pernah lagi di lirik. Bahkan untuk sekedar singgah dalam peikirannya tak lagi terjadi.
Program depopulasi kini dilancarkan di Indonesia untuk menekan peningkatan penduduk. Di palestina, program depopulasi dilancarkan dengan serangan militer begitupun di suriah, irak, afganistan dan Negara-negara kaum muslim lainnya. Indonesia masih aman karena pemerintah masih menjabat tangan para elit kapitalis dan sosialis. Namun bukan berarti Indonesia terhindar dari program depopulasi. Kebanyakan bencana alam yang dasyat di Indonesia lahir dari program depoulasi. Teknologi HAARP digunakan untuk mecipatakan bencana tersebut. Setidaknya itu dibuktikan dari peristiwa tsunami yang terjadi di aceh beberapa tahun lalu. Sebenarnya kasus ini sudah melalui tercium oleh beberapa orang namun belum mampu menyajikan fakta empiris. Terlepas dari itu, teknologi yang ada sudah mampu menjawab berbagai pertanyaan terkait hal ini.
Namun sayang ketika di ungkapkan di depan khalayak ramai tidak sedikit yang meragukan fakta tersebut. Mereka selalu mencela orang-orang yang selalu mengungkapkan berbagai fakta yang mengungkapkan kebobrokan Amerika.





0 komentar:

Posting Komentar

Copyright © 2014 Rumah Baca