Bangkitnya Sosialis dengan Isu pemanasan Global
Hakikat dari sebuah ideologi yaitu ingin
menguasai dunia. Terlebih untuk idologi yang lahir dari hasrat
kepentingan manuisa. Kapitalis telah membuktikan setidaknya kurang lebih satu
abad ini begitupun sosialis-komunias yang tidak sempat mencapai setengah
abadpun mengusai dunia dengan ideologinya. Kemudian mati karena terkalahkan
oleh kapitalis. Lebih tepatnya mati suri. Kini muncul kembali tanda-tanda
bangkitnya kembali ideolgi tersebut.
Dengan mati surinya ideologi sosialis, para
pendukungnya mulai berpikir keras untuk membangungkannya kembali. Beberapa
dekade lalu hal ini sudah mulai tercium. Kemuidan isu lingkungan di cetuskan
untuk memuluskan rencana tersebut. Sekitar tahun 1960-an isu ini mulai merebak.
Namun tidak banyak yang mampu menggunakan indera penciumannya dengan baik untuk
mengetahui isu ini sebagai dogma para sosialis.
Pemikiran orang-orang diluar penganut idologi
ini dicekoki dengan isu lingkungan dalam bentuk pemanasan global. Kemudian
mencari kambing hitam yang harus disalahkan dari terjadinya pemanasan global
ini. Satu-satunya yang paling memungkinkan dijadikan kambing hitam adalah manusia
itu sendiri sebagai penggerak kehidupan di dunia. Karena manusialah yang paling
berpengaruh dan menguntungkan bagi mereka jika dibawa pada posisi terjepit.
Pemanasan global adalah hal lumrah dialami di
alam ini. Bahkan jika ditilik lebih dalam, meningkatnya suhu di bumi tidak
hanya terjadi sekali ini. Jauh sebelum isu ini merebak suhu bumi sudah pernah
mengalami peningkatan. Namun ketika para kaum pragmatis ingin mengambil
keuntungan jika isu ini merebak. Maka tidak tanggung isu ini di naikkan
ke puncak popularitas kembali.
Isu pemanasan global ternyata tidak berdiri
sendiri untuk melancarkan rencana bulus dari para penganut sosialais. Ada isu
depopulasi, kesetaraan gender dan lain-lain yang juga dicetuskan oleh para elit
kapitalis. Mereka memutar otaknya sedemikian rupa untuk menjadikan dunia dalam
kuasanya. Kemudian menjadikan orang-orang yang berada di negara berkembang
sebagai anteknya dengan atau tidak diketahui oleh antek-antek tersebut. Dan tak
lupa pemerintah sebagai orang paling berpengaruh melegalisai rencana tersebut.
Didukung oleh teknologi yang dimilikinya. Dunia bisa seketika dihancurkan
kemudian menawarkan bantuan pada daerah sasaran. Negara berkembang menjadi
sasaran empuk para elit enviromentalis ini. Negara yang cukup mudah di dogma. Negara
yang sangat mudah di bodoh-bodohi karena tidak memiliki ideologi yang jelas.
Bukan kapitalis maupun sosialis apalagi islam. Bahkan sebagian orang mengatakan
bahwan Indonesia memiliki idologi banci.
Oleh karena itu Indonesia menjadi sasaran
empuk apalagi dengan sumber daya alam yang sangat meilimpah. Para pengincar
kekuasaan dunia menjadikan Indonesia sebagai arahan tembak sebagai binatang
buruan. Terlebih karena satu-satunya yang mengancam eksistensi rencana untuk
membangunkan sosialais adalah ideologi islam bukan kapitalis. Karena kapitalis
kini sudah diambang kehancuran tinggal menunggu realisasi kematiannya. Sehingga
Indonesia sebagai Negara dengan penduduk yang beragama islam terbesar di dunia
menjadikannya daya tarik tersendiri untuk di hancurkan. Hal ini ternyata sangat
mudah dilakukan oleh mereka karena orang-orang islam terpecah-pecah. Tersekat
oleh nasionalisme. Kemdian di sekat-sekat lagi oleh ikatan kesukuan. Hingga tak
ada lagi yang namanya ikatan ideology dalam kamus mereka. Yang ada hanya ikatan
nasionalisme. Sehingga saudara muslim di luar Indonesi tak pernah lagi di
lirik. Bahkan untuk sekedar singgah dalam peikirannya tak lagi terjadi.
Program depopulasi kini dilancarkan di
Indonesia untuk menekan peningkatan penduduk. Di palestina, program depopulasi
dilancarkan dengan serangan militer begitupun di suriah, irak, afganistan dan
Negara-negara kaum muslim lainnya. Indonesia masih aman karena pemerintah masih
menjabat tangan para elit kapitalis dan sosialis. Namun bukan berarti Indonesia
terhindar dari program depopulasi. Kebanyakan bencana alam yang dasyat di
Indonesia lahir dari program depoulasi. Teknologi HAARP digunakan untuk
mecipatakan bencana tersebut. Setidaknya itu dibuktikan dari peristiwa tsunami
yang terjadi di aceh beberapa tahun lalu. Sebenarnya kasus ini sudah melalui
tercium oleh beberapa orang namun belum mampu menyajikan fakta empiris.
Terlepas dari itu, teknologi yang ada sudah mampu menjawab berbagai pertanyaan
terkait hal ini.
Namun sayang ketika di ungkapkan di depan khalayak
ramai tidak sedikit yang meragukan fakta tersebut. Mereka selalu mencela
orang-orang yang selalu mengungkapkan berbagai fakta yang mengungkapkan
kebobrokan Amerika.

0 komentar:
Posting Komentar