Kamis, 26 Februari 2015

Hidup Tak Sekadar

Tidak akan bergeser kedua kaki anak Adam pada hari kiamat sebelum ditanya tentang 4 perkara : Tentang umurnya untuk apa ia habiskan, masa mudanya untuk apa ia gunakan, hartanya dari mana diperoleh dan kemana dibelanjakan, dan ilmunya, apa yang diamalkannya.” (HR. Tirmidzi)
***
Om Google
Pernahkah teman-teman membayangkan seberapa dasyatnya perasaan saat ditanya oleh penggenggam jiwa-jiwa kita di akhirat kelak. Jika belum, coba bayangkan saat kita diberi tugas lapangan oleh guru di tempat yang sangat indah, fasilitas lengkap dan banyak wahana bermain. Lalu guru kita memberikan bekal untuk dipergunakan selama tugas tersebut.
Selama perjalanan waktu pengerjaan tugas lapangan itu kita terlena oleh indahnya daerah yang kita datangi. Kita habiskan waktu dengan mengunjungi seluruh tempat-tempat cantik di daerah itu. kemudian menghabiskan bekal uang yang diberikan oleh guru kita untuk mendatangi toko-toko yang ada. Bahkan ilmu yang harusnya digunakan untuk menyelesaikan tugas malah digunakan untuk menipu teman-teman lainnya yang juga punya tugas yang sama. Lalu uang itu di gunakan untuk berfoya-foya kembali. Begitu seterusnya.
Hingga tibalah hari yang tidak pernah kita tunggu-tuggu. Bahkan kita selalu menghindari waktu itu, sementara  ianya tidak bisa di hindari. Ketika sampai di tempat saat pertama kita di lepas ke daerah tugas lapangan. Kita menangis sejadi-jadinya. Menyesali seluruh perbuatan yang kita lakukan di tempat praktek lapangan. Menyesali kenapa kita tidak mempergunakan baik-baik bekal yang diberikan guru untuk menyelesaikan tugas dengan baik. Lalu membantu teman yang lain untuk menyelesaikan tugasnya, bukan malah menghambatnya. Atau bahkan memengaruhinya untuk meninggalkan tugas itu.
Belum juga selesai penyesalan kita, asisten guru sudah datang. Dia bertanya kepada kita. Dipergunakan untuk apa bekal yang diberikan oleh guru selama waktu pengerjaan tugas lapangan. Tentu kita sadar betul bahwa bekal itu digunakan bukan untuk menyelesaikan tugas. Melainkan untuk menikmati wahana-wahana di daerah tempat tugas lapangan. Waktu, kekuatan, uang dan ilmu digunakan untuk berfoya-foya. Sekali lagi bukan untuk menyelesaikan tugas.
Begitulah teman-teman kurang lebih mungkin rasanya saat kita ditanya tentang empat perkara yang diberikan oleh Allah kepada kita selama hidup untuk menyelesaikan tugas sebagai hambanya. Meskipun perasaan itu pastilah belum seberapa jika dibandingkan kelak.
Tugas yang diberikan Allah kepada kita selama hidup tak lain adalah ibadah. Tugas yang tidak diberikan kepada makhluk-Nya yang lain. Kenapa hanya kita manusia yang diberikan tugas itu. Mungkin itu pertanyaan teman-teman. Jawabnya, hanya kita yang ditugaskan beribadah karena hanya kita yang diberikan bekal yang lengkap. Hanya manusia yang diberikan akal. Dengan akal itulah kita memperoleh ilmu untuk melakukan ibadah.
Kata orang penyesalan itu selalu munculnya belakangan. Dan, penyesalan rasanya selalu sakit. Jika di beri kesempatan memperbaikinya, seberapapun mahalnya kesempatan itu pasti kita siap membelinya. Sayangnya saat di akhirat nanti tak ada kesempatan kembali ke dunia untuk memperbaiki kesalahan kita. Saat malaikat maut mejemput, kita tidak bisa kabur atau memohon untuk di tunda penjemputannya. Kita diberi kesempatan hidup satu kali saja. Dan, hidup yang sukses adalah hidup yang tak sekadar hidup. So, mari bergegas perbaiki ibadah, tinggalkan maksiat, nutup aurat dengan sempurna, dakwah, putuskan pacar atau bawa langsung ke pelaminan. Raih ridha Allah dengan ibadah. Niat ikhlas karena Allah.

0 komentar:

Posting Komentar

Copyright © 2014 Rumah Baca