Rabu, 04 November 2015

Lelaki Penuh Pesona


Pernah nonton film yang menceritakan seorang pria kaya raya yang rela meninggalkan keluarganya dengan segala kemewahannya, demi mengejar cinta seorang gadis karena tidak mendapat restu? Terharu dengan pengorbanannya?
Sahabat Rasulullah Mush’ab bin Umair jauh lebih mengharukan dengan lakon kisah serupa di atas. Ia rela meninggalkan keluarganya dengan kenikmatan yang dimiliki, juga demi cinta. Tapi cinta yang dikejar bukan cinta biasa. Mengejar cinta sang Ilahi. Demi mengecap manisnya iman islam.
Sebelum ia masuk islam, orangtuanya mencukupi seluruh kebutuhannya dengan barang-barang mewah. Mereka tak membiarkan sedikitpun anaknya kelaparan. Ibunya selalu menyiapkan makanan lezat di samping tempat tidurnya. Agar jika ia terbangun dan lapar, bisa langsung menyantap makanan di sampingnya. Belum lagi pakaian mahal yang diberikan untuknya.
Ketampanan, wangi serta pakaian yang indah jangan ditanya. Ianya membuat setiap yang melihat terpukau terutama kaum hawa. Tidak hanya itu kecerdasan otaknya serta keluwesannya dalam bergaul membuat ia semakin mempesona.
Petualangan pemuda ini bersama islam dimulai sejak ia mendengar ada seorang lelaki Makkah yang mengaku sebagai utusan Allah. Keseriusannya mencari islam dibuktikan dengan mencari tau dimana tempat berkumpulnya Rasulullah dan para sahabatnya membicarakan seputar islam. Kemudian ia mendatanginya yaitu rumah arqam bin abi al-arqam. Di tempat itulah ia mengucap kalimat syahadat karena terpesona dengan keindahan islam.
Konsekuensi dari keimanannya menuntut ia meninggalkan kemewahan dari ibunya. Karena ibunya marah besar saat mengetahui anak yang selama ini dia berikan kasih sayang meninggalkan ajaran nenek moyangnya.
Berbagai macam cara dilakukan ibunya untuk mengembalikan Mush’ab bin Umair ke agama nenek moyangnya. Termasuk mengurungnya tanpa memberi makan. Namun keimanan pemuda ini tak dapat di tawar lagi. Hingga ibunya putus asa dan menyuruhnya pergi dengan kekecewaan yang teramat dalam.
Banyak kaum muslim yang takut setelah berjuang di jalan Allah ia kehilangan seluruh kenikmatan dunia yang dirasakan selama ini.  Terutama bagi para remaja yang berasal dari keluarga kaya. Difasilitasi mobil mewah, uang saku yang berlebihan, tempat tinggal yang nyaman serta kenikmatan-kenikmatan dunia lainnya.
Sebagai muslim, kisah Mush’ab bin Umair mengajarkan kita banyak hal. Demi islam ia rela meninggalkan kemewahan yang diberikan ibunya. Tapi tulisan ini tidak menyarankan kamu untuk meninggalkan orangtua demi dakwah loh yah. Lain cerita kalau kamu memang di usir. Bahkan jika diusirpun dan kamu memilih untuk pergi, kamu tetap harus pulang saat semuanya sudah tenang.
Yang jelas, tulisan ini hanya ingin menggambarkan pada kita bahwa bukan kemewahan yang membuat kita selamat di akhirat. Tapi amal yaitu cerminan dari iman kita. Saat kita di hadapkan pada dua pilihan yaitu harta atau iman. Tentu pilihan yang paling menjanjikan adalah iman. Karena harta tak bisa mengikuti kita kemanapun pergi tapi iman selalu menyertai kita termasuk di akhirat kelak.

Sumber: Om Google





0 komentar:

Posting Komentar

Copyright © 2014 Rumah Baca