Senin, 03 Oktober 2011

Islam Memaknai Kesetaraan

Islam memandang bahwa secara manusiawi laki-laki dan perempuan sama. Allah menciptakan potensi pada perempuan dan laki-laki sama  punya akal, perasaan/hati dan nafsu. Laki-laki memiliki perasaan mencintai dan dicintai begiputun perempuan. Laki-laki mempunyai nafsu untuk marah, senang, lapar, haus dan sebagainya begitupun perempuan.
Dalam diri perempuan dan laki-laki, sama-sama diciptakan hajatun udhawiyah (kebutuhan jasmani) dan gharizah (naluri). Tetapi secara fisiologis mereka jelas berbeda, itulah yang lantas menyebabkan perbedan peran kodratnya. Laki-laki diciptakan untuk menjadi seorang pemimpin. Sementara perempuan dikuhususkan sebagai pendidik generasi bangsa. Peran ini tidak memerlukan kekuatan fisik. Perempuan ditugaskan untuk mendidik anak-anaknya. Tugasnya hanya sebatas daerah internal. Dan itu tak lain untuk melindungi mereka.
Banyak kesamaan diantara mereka, namun dibalik kesamaan tentunya tidak lengkap jika tidak ada perebadaan. Karena secara logika tidak mungkin perempuan dan laki-laki itu diciptakan dengan sebutan berbeda kalau tidak ada perbedan diantaranya. Salah satu yang membedakan keduanya adalah  dari segi fisik. Laki-laki diciptakan dengan bentuk fisik yang kuat dan kokoh serta karakter yang tegas  dan keras karena itu islam memberikan tugas mereka hal-hal yang ada diluar rumah. Sedangkan perempuan memiliki susunan bentuk fisik yang lebih lembut dan perasa, juga memiliki susunan bentuk fisik yang lebih kompleks. Dengan kekhasannya itu diberikan tugas mengenai hal-hal yang ada didalam rumah (ruang privat) yang tidak kalah pentingnya dengan tugas laki-laki. Laki-laki dan perempuan diciptakan oleh Allah SWT dengan berbagai perbedaan tapi bukan berarti bahwa Allah SWT hanya sayang dan cinta pada kaum adam  atau kaum hawa saja. Perbedaan tugas ini bukan berarti membedakan kasta, martabat, apalagi diskriminatif. Laki-laki dan perempuan  ibarat siang dan malam tidak ada yang memiliki nilai lebih baik siang maupun malam. Coba di bayangkan ketika salah satu diantaranya tidak ada. Inilah salah satu kekuasaan Allah yang selalu menciptakan sesuatu berpasang-pasangan dengan berbagai perbedaan di antaranya tak lain hanya untuk saling mengisi kekurangan satu dengan yang lain.  
Kesetaraan gender adalah hal yang telah lama kita dengar diperbincangkan. Telah banyak perempuan yang mengaku islam menghendaki adanya kesetaraan gender antara kaum adam dan hawa. Dalam paradigma keadilan dan kesetaraan gender, perempuan  dikatakan mampu setara dengan kaum laki-laki apabila segala sesuatu yang bisa dilakukan oleh laki-laki perempuan pun bisa melakukan. Padahal kenyataanya tidak semua yang bisa dilakukan oleh kaum adam, kaum hawapun bisa melakukannya. Dan begitupun sebaliknya.  Namun yang sangat disayangkan kebanyakan perempuan saat ini tidak memperhatikan batasan dan ketentuan yang justru mengekang dan membatasi mereka. Kaum hawa yang mampu melakukan suatu pekerjaan yang biasa dilakukan oleh kaum adam dinaggap sebagai orang yang hebat dan berhak mendapatkan penghargaan lebih dari kaum perempuan.
Jika dilihat kondisi saat ini, telah banyak perempuan yang  banting stir dari kodratnya sebagai ibu rumah tangga menjadi kepala rumah tangga, mereka yang mencari nafkah sehingga lupa mengurusi anak dan suaminya. Akibatnya kasus perceraian menjadi trend. Namun, yang sangat disayangkan hal yang seperti itu seakan-akan sudah bukan hal yang dinggap tabuh di kalangan masyarakat kita. Bahkan menjadi kebanggaan tersendiri bagi sebagian perempuan muslim ketika menyandang status sebagai wanita karir. Mereka tidak pernah bangga ketika harus menyandang profesi sebagai ibu rumah tangga. Padahal seharusnya profesi utama mereka adalah sebagai ibu rumah tangga yang jauh lebih mulia.
Bagaimana dengan kata feminisme? Feminisme dan segala aspek terjadinya telah membuat kerusakan pada diri wanita itu sendiri. Ada banyak akibat buruk yang terjadi pada diri wanita baik secara fisik maupun sosial gara-gara feminisme. so, say no to feminisme it can harm to yourself. Feminisme telah merusak tatanan keluarga . Kita bisa melihat apa yang terjadi di Amerika sebagai tempat lahirnya gerakan feminisme. walaupun sudah banyak keluar rumah keadaan ekonomi mereka tidak lantas lebih baik. Hasil penelitian menyebutkan bahwa dua dari tiga orang dewasa yang miskin di Amerika adalah perempuan. Dan sebagai akibat langsung dari  feminisme terjadi peningkatan angka perceraian yang tinggi sejak tahun 1960-an, persis ketika ide-ide itu mulai dipropagandakan.
Berbeda dengan pandangan sekuler-kapitalis mengenai perempuan, islam sejak diturunkan oleh Allah SWT telah mengatur posisi perempuan sedemikian indah, aman dan mulia disamping laki-laki dengan perlindungannya. Perempuan sangat dilindungi di dalam islam, tidak dibiarkan perempuan keluar rumah tanpa menggunakan  jilbabnya yang tidak lain yaitu semata-mata untuk melindunginya sebagaimana telah dijelaskan dalam surah Al-Ahzab ayat 59 .
Kesetaraan tidak semestinya bermakna penyamarataan. Dalam kaca mata Islam, keadilan adalah meletakkan sesuatu pada tempatnya sehingga perlu mempertimbangkan kesesuaian, kelayakan, kesediaan dan fitrah dalam menempatkan seseorang yang terbaik untuk tugas tertentu. Islam meletakkan nilai-nilai moral di kedudukan yang sangat tinggi sehingga dapat dilihat nilai tersebut mempengaruhi setiap peraturan dan ketentuan. Perepmuan diberikan peranan secara khas dan eksklusif untuk membesarkan anak karena wanita diberikan keistimewaan dan keunikan yang tidak dimiliki oleh kaum adam dari segi biologi-fisiologi, mental dan emosi.
Melihat dari sisi yang positif, kerjasama yang baik dari laki-laki dan perempuan semestinya menghasilkan kesempurnaan dan keharmonian. Berbanding jika laki-laki dan perempuan memiliki keistimewaan yang sama, maka keadaan seperti ini akan menghilangkan perasaan saling membutuhkan antara satu sama lainnya. Selain itu, kepemimpinan yang dikehendaki dalam Islam adalah atas dasar kasih sayang dan kerja sama tentunya karena Allah, bukanlah kepemimpinan yang tidak berdasar pada aturan pencipta (Allah).
Islam memandang bahwa kemulian seorang manusia itu bukan dilihat dari jenis kelaminya, warna kulitnya ataupun yang sifatnya penampakan fisik. Sebab itu Allah yang paling mulia di antara umat manusia adalah yang paling bertakwa di antara mereka (QS al-Huhurat:10). 

0 komentar:

Posting Komentar

Copyright © 2014 Rumah Baca