Islam Memaknai Kesetaraan
Islam
memandang bahwa secara manusiawi laki-laki dan perempuan sama. Allah
menciptakan potensi pada perempuan dan laki-laki sama punya akal, perasaan/hati dan nafsu. Laki-laki
memiliki perasaan mencintai dan
dicintai begiputun perempuan. Laki-laki mempunyai nafsu untuk marah, senang,
lapar, haus dan sebagainya begitupun perempuan.
Dalam
diri perempuan dan laki-laki, sama-sama diciptakan hajatun udhawiyah (kebutuhan jasmani) dan gharizah (naluri). Tetapi secara fisiologis mereka
jelas berbeda, itulah yang lantas menyebabkan perbedan peran kodratnya.
Laki-laki diciptakan untuk menjadi seorang pemimpin. Sementara perempuan
dikuhususkan sebagai pendidik
generasi bangsa. Peran ini tidak
memerlukan kekuatan fisik. Perempuan
ditugaskan untuk mendidik anak-anaknya. Tugasnya hanya sebatas daerah internal. Dan itu tak lain
untuk melindungi mereka.
Banyak
kesamaan diantara mereka, namun dibalik kesamaan tentunya tidak lengkap jika
tidak ada perebadaan. Karena secara logika tidak mungkin perempuan dan
laki-laki itu diciptakan dengan sebutan berbeda kalau
tidak ada perbedan diantaranya. Salah satu yang membedakan keduanya adalah dari segi fisik. Laki-laki diciptakan dengan
bentuk fisik yang kuat dan kokoh serta karakter yang tegas dan keras karena itu islam memberikan tugas
mereka hal-hal yang ada diluar rumah. Sedangkan perempuan memiliki susunan
bentuk fisik yang lebih lembut dan perasa, juga memiliki susunan bentuk fisik
yang lebih kompleks. Dengan kekhasannya itu diberikan tugas mengenai hal-hal
yang ada didalam
rumah (ruang privat) yang tidak kalah
pentingnya dengan tugas laki-laki. Laki-laki dan perempuan diciptakan oleh
Allah SWT dengan berbagai perbedaan tapi bukan berarti bahwa Allah SWT hanya
sayang dan cinta pada kaum adam atau
kaum hawa saja. Perbedaan tugas ini bukan berarti membedakan kasta, martabat,
apalagi diskriminatif. Laki-laki dan perempuan ibarat siang dan malam tidak ada yang memiliki
nilai lebih baik siang maupun malam. Coba di bayangkan ketika salah satu
diantaranya tidak ada. Inilah salah satu kekuasaan Allah yang selalu
menciptakan sesuatu berpasang-pasangan dengan berbagai perbedaan di antaranya
tak lain hanya untuk saling mengisi kekurangan satu dengan yang lain.
Kesetaraan
gender adalah hal yang telah lama kita dengar diperbincangkan. Telah banyak
perempuan yang mengaku islam menghendaki adanya kesetaraan gender antara kaum adam dan hawa. Dalam
paradigma keadilan dan kesetaraan gender, perempuan dikatakan mampu setara dengan kaum laki-laki
apabila segala sesuatu yang bisa dilakukan oleh laki-laki
perempuan pun bisa melakukan. Padahal kenyataanya tidak semua yang bisa
dilakukan oleh kaum adam, kaum hawapun bisa melakukannya. Dan begitupun
sebaliknya. Namun yang sangat
disayangkan kebanyakan perempuan saat ini tidak memperhatikan
batasan dan ketentuan yang justru mengekang dan membatasi mereka. Kaum hawa yang mampu
melakukan suatu pekerjaan yang biasa dilakukan oleh kaum adam dinaggap sebagai orang
yang hebat dan berhak mendapatkan penghargaan lebih dari kaum perempuan.
Jika dilihat kondisi saat
ini, telah banyak perempuan yang banting
stir dari kodratnya sebagai ibu rumah tangga menjadi kepala rumah tangga,
mereka yang mencari nafkah sehingga lupa
mengurusi anak dan suaminya. Akibatnya kasus
perceraian menjadi trend. Namun, yang sangat disayangkan hal yang seperti itu
seakan-akan sudah bukan hal yang dinggap tabuh di kalangan masyarakat kita. Bahkan menjadi kebanggaan
tersendiri bagi sebagian perempuan muslim ketika menyandang status sebagai
wanita karir. Mereka tidak pernah bangga ketika harus menyandang profesi
sebagai ibu rumah tangga. Padahal seharusnya profesi utama mereka adalah sebagai ibu rumah tangga yang jauh lebih mulia.
Bagaimana
dengan kata feminisme?
Feminisme dan segala aspek terjadinya telah membuat kerusakan pada diri wanita
itu sendiri. Ada banyak akibat buruk yang terjadi pada diri wanita baik secara
fisik maupun sosial gara-gara feminisme. so,
say no to feminisme it can harm to yourself. Feminisme telah merusak
tatanan keluarga . Kita
bisa melihat apa yang terjadi di Amerika sebagai tempat lahirnya gerakan
feminisme. walaupun sudah banyak keluar rumah keadaan ekonomi mereka tidak
lantas lebih baik. Hasil penelitian menyebutkan bahwa dua dari tiga orang
dewasa yang miskin di Amerika adalah perempuan. Dan sebagai akibat langsung dari feminisme terjadi peningkatan angka perceraian
yang tinggi sejak tahun 1960-an, persis ketika ide-ide itu mulai
dipropagandakan.
Berbeda
dengan pandangan sekuler-kapitalis mengenai perempuan, islam sejak diturunkan
oleh Allah SWT telah mengatur posisi perempuan sedemikian indah, aman dan mulia
disamping laki-laki dengan perlindungannya. Perempuan sangat dilindungi di
dalam islam, tidak dibiarkan perempuan keluar rumah tanpa menggunakan jilbabnya yang tidak lain yaitu semata-mata
untuk melindunginya sebagaimana telah dijelaskan dalam surah Al-Ahzab ayat 59 .
Kesetaraan
tidak semestinya bermakna penyamarataan. Dalam kaca mata Islam, keadilan adalah
meletakkan sesuatu pada tempatnya sehingga perlu mempertimbangkan kesesuaian,
kelayakan, kesediaan dan fitrah dalam menempatkan seseorang yang terbaik untuk
tugas tertentu. Islam meletakkan nilai-nilai moral di kedudukan yang sangat
tinggi sehingga dapat dilihat nilai tersebut mempengaruhi setiap peraturan dan
ketentuan. Perepmuan
diberikan peranan secara khas dan eksklusif untuk membesarkan anak karena
wanita diberikan keistimewaan dan keunikan yang tidak dimiliki oleh kaum adam
dari segi biologi-fisiologi, mental dan emosi.
Melihat
dari sisi yang positif, kerjasama yang baik dari laki-laki dan perempuan
semestinya menghasilkan kesempurnaan dan keharmonian. Berbanding jika laki-laki
dan perempuan memiliki keistimewaan yang sama, maka keadaan seperti ini akan
menghilangkan perasaan saling membutuhkan antara satu sama lainnya. Selain itu,
kepemimpinan yang dikehendaki dalam Islam adalah atas dasar kasih sayang dan kerja sama tentunya karena Allah,
bukanlah kepemimpinan yang tidak berdasar pada aturan pencipta (Allah).
Islam
memandang bahwa kemulian seorang manusia itu bukan dilihat dari jenis
kelaminya, warna kulitnya ataupun yang sifatnya penampakan fisik. Sebab itu
Allah yang paling mulia di antara umat manusia adalah yang paling bertakwa di
antara mereka (QS al-Huhurat:10).
0 komentar:
Posting Komentar