Rindu Sahabat
Sesaat kurasakan nikmatnya
sahabat yang selalu ada disaat suka dan duka. Saling menasehati dalam
persaudaraan. Saling menegur dikala lalai. Saling mengingatkan dikala lupa.
Kini nikmat itu sirna bak ditelan bumi. Aku rindu dengan suasana itu, suasana
yang mendamaikan jiwaku. Suasana yang sempat kurasakan. Betapa indahnya saat
itu. Hingga rasa itu hilang karena keegoisanku. Yang tak mampu melihat apa-apa.
Hingga mengorbankan nikmat yng tak terkira. Nikmat yang tak mampu di gambarkan
oleh kata-kata. Hingga kini aku tetap berharap rasa itu kembali.
Kucoba berpaling pada yang
lain . Berharap ada yang lain yang mampu medamaikan jiwa rapuh ini.
Sempat kurasakan tapi tak lama. Hanya sekejab. Kini rasa galau itu masih
ada. Bimbang itu masih ada. Tapi semua itu sudah berubah. Tak selepas dulu.
Hingga pengalaman mengajarkanku arti sebuah kehidupan. arti sebuah
kesungguh-sungguhan. Banyak rintangan yang kuhadapi. Berharap sahabat sejati
akan datang menarikku kembali kejalan itu. Mungkin ini salahku pernah
mengusirnya. Ya, ini memang salahku. Walau tak secara langsung, tapi kutahu itu
yang membuatnya pergi meninggalakn jiwa yang rapuh ini. Karena keegoisanku,
karena keangkuhanku. Tak tahukah dia, ku rindu dengannya. Rindu dengan
canda tawa itu. Canda yang mendekatkn kita dengan-Nya. Aku sangat merindukan
saat –saat itu. Saling bertukar pikiran dalam ukhuwah.
0 komentar:
Posting Komentar