Kamis, 10 Oktober 2013

Bertahanlah.....Saudariku !!!

Tak usah bersedih saudariku. Kita diciptakan jauh lebih sempurna dari yang kita bayangkan. Tak usah bersedih saudariku. Biarlah hiburan dunia kita acuhkan. Hiburan itu hanya semu. Hiburan yang hakiki di surga kelak menanti kita. Perjuangan ini hanya sebentar. Bertahanlah. Esok kita akan memetik buahnya. Buah yang tak pernah  terbayangkan rasanya. Karena akal kita tak akan mampu menangkapnya. Mungkin begitulah cara Allah membalas jerih payah kita. Membayar kesabaran kita.
Bukankah diawal perjuangan ini, kita telah berazzam akan istiqamah. Maka ingatlah terus tekadmu. Bukankah kita yakin Allah bersama kita. Seperti itulah kebaikan, selalu memeras keringat kita. Korban perasaan adalah taruhan. Tengoklah saudari kita di Suriah, Palestina dan negeri-negeri kaum muslim lainya. Mereka bukan hanya berkorban perasaan, waktu, harta, tenaga. Tapi jiwa. Darah mereka tumpahkan bukan lagi menetes. Lalu semangat apa yang mereka miliki kalau bukan akidah. Bukankah itu pula yang mengantarkan kita hingga berlabuh dalam perjuangan ini. Bukankah semangat ini yang membuat kita dapat bertahan hingga detik ini. Walaupun mungkin saat ini kita tengah terseok-seok. Mungkin hari ini kita sudah lelah, bosan atau bahkan putus asa.
Masalah kita bukan hanya yang ada pada diri kita. Masalah kita adalah yang ada pada umat ini. Mungkin kita tidak terbiasa memikirkan umat. Cobalah untuk belajar memikirkan orang lain. Belajar dalam perkuliahan kita rela menghabiskan waktu. Tapi belajar dalam dakwah kita tak mau. Pertanyaan besar untuk kita. Masihkah kita mengingat konsep uqdatul kubra? Dari mana kita, untuk apa dan akan kemana kita? 

Bertahanlah saudariku....
Hampir semua orang yang ada dalam perjuangan ini pernah merasakan masa-masa krisis semangat dakwah. Tapi jangan larut di zona ini. Berjuanglah. Sambut uluran tangan malaikat yang mendoakan kita bertahan. Dan lepaskan tangan setan yang sejak dulu mengincar gandengan tangan kita. Dan kini kita mulai mengulurkan tangan untuknya. Lepaskan saudariku. Mereka pasti akan tertawa melihat kondisi kita saat ini.
Akankan kita akan menukar kebahagiaan terhindar dari aktivitas dakwah dengan kebahagian di surga kelak bagi para pengemban dakwah. Akankah kita rela menukar beratnya perjuangan ini dengan beratnya perjuangan menahan panas api neraka kelak. Saya yakin hitung-hitungan perbandingan waktu di akhirat dan dunia sudah sangat sering kita dengar. Tentulah kita akan memilih bertahan diwaktu yang sangat sebentar ini demi waktu yang sangat panjang nantinya.
Bertahanlah...karena Allah.

-Teruntuk pengemban dakwah (mungkin saya, anda, kalian atau mereka)-

0 komentar:

Posting Komentar

Copyright © 2014 Rumah Baca