Bertahanlah.....Saudariku !!!
Tak usah bersedih saudariku. Kita diciptakan jauh lebih
sempurna dari yang kita bayangkan. Tak usah bersedih saudariku. Biarlah hiburan
dunia kita acuhkan. Hiburan itu hanya semu. Hiburan yang hakiki di surga kelak
menanti kita. Perjuangan ini hanya sebentar. Bertahanlah. Esok kita akan
memetik buahnya. Buah yang tak pernah terbayangkan
rasanya. Karena akal kita tak akan mampu menangkapnya. Mungkin begitulah cara
Allah membalas jerih payah kita. Membayar kesabaran kita.
Bukankah diawal perjuangan ini, kita telah berazzam akan
istiqamah. Maka ingatlah terus tekadmu. Bukankah kita yakin Allah bersama kita.
Seperti itulah kebaikan, selalu memeras keringat kita. Korban perasaan adalah
taruhan. Tengoklah saudari kita di Suriah, Palestina dan negeri-negeri kaum
muslim lainya. Mereka bukan hanya berkorban perasaan, waktu, harta, tenaga.
Tapi jiwa. Darah mereka tumpahkan bukan lagi menetes. Lalu semangat apa yang
mereka miliki kalau bukan akidah. Bukankah itu pula yang mengantarkan kita
hingga berlabuh dalam perjuangan ini. Bukankah semangat ini yang membuat kita
dapat bertahan hingga detik ini. Walaupun mungkin saat ini kita tengah
terseok-seok. Mungkin hari ini kita sudah lelah, bosan atau bahkan putus asa.
Masalah kita bukan hanya yang ada pada diri kita. Masalah kita
adalah yang ada pada umat ini. Mungkin kita tidak terbiasa memikirkan umat. Cobalah
untuk belajar memikirkan orang lain. Belajar dalam perkuliahan kita rela
menghabiskan waktu. Tapi belajar dalam dakwah kita tak mau. Pertanyaan besar
untuk kita. Masihkah kita mengingat konsep uqdatul kubra? Dari mana kita, untuk
apa dan akan kemana kita?
Bertahanlah saudariku....
Hampir semua orang yang ada dalam perjuangan ini pernah
merasakan masa-masa krisis semangat dakwah. Tapi jangan larut di zona ini. Berjuanglah.
Sambut uluran tangan malaikat yang mendoakan kita bertahan. Dan lepaskan tangan
setan yang sejak dulu mengincar gandengan tangan kita. Dan kini kita mulai
mengulurkan tangan untuknya. Lepaskan saudariku. Mereka pasti akan tertawa
melihat kondisi kita saat ini.
Akankan kita akan menukar kebahagiaan terhindar dari
aktivitas dakwah dengan kebahagian di surga kelak bagi para pengemban dakwah. Akankah
kita rela menukar beratnya perjuangan ini dengan beratnya perjuangan menahan
panas api neraka kelak. Saya yakin hitung-hitungan perbandingan waktu di
akhirat dan dunia sudah sangat sering kita dengar. Tentulah kita akan memilih
bertahan diwaktu yang sangat sebentar ini demi waktu yang sangat panjang
nantinya.
Bertahanlah...karena Allah.
-Teruntuk
pengemban dakwah (mungkin saya, anda, kalian atau mereka)-

0 komentar:
Posting Komentar