Selasa, 25 November 2014

Sebab Kita Seorang Muslimah

Part Kedua : Hijab itu Mesti Syar'i

Hijab sudah sangat sering kita dengar seiring terkenanlnya komunitas yang menamakan dirinya komunitas hijabers. Komunitas ini sering terlihat dengan menggunakan kerudung yang di lilit-lilit. Kerudung ditumpuk-tumpuk dengan berbagai varian warna. Pun modelnya semakin lama semakin kreatif. Pakai dalaman kerudung yang menyerupai ponilah bahkan ada yang membentuk kerudungnya seperti model rambut. Dengan alasan muslimah tetap dapat tampil cantik sekalipun menutup aurat. Tampil cantik di depan siapa. Beruntunglah jika yang dimaksud adalah di depan suami. Karena tampil cantik depan suami dapat pahala.
Maraknya muslimah yang memakai hijab tentu merupakan kesyukuran bagi kita. Pemandangan yang sangat berbeda jika kita mencoba bernostalgia dengan masa kecil kita. Sangat jarang kala itu terlihat perempuan muslim yang memakai kerudung. Kalaupun ada, biasanya dia anak rohis atau ikut kajian. Tapi kini, bukan hanya anak rohis yang memakai hijab. Bahkan muslimah yang sama sekali belum pernah ikut di majelis-majelis ilmu islam juga banyak memakai hijab.
Banyak yang menyayangkan hal ini. Karena meskipun banyak yang mengatakan dirinya telah memakai hijab, namun tidak sesuai dengan tuntutan syara'. Lihat saja pakaian mereka. Pakai lengang panjang tapi lekuk-lekuk tubuhnya tetap terlihat. Mata lelaki akan mudah menebak bagaimana bentuk tubuh aslinya. Lelaki sulit menghalangi imajinasi liarnya. Belum lagi mereka menggunakan banyak pernak-pernik yang mempercantik tampilannya. Maaf saja tak jarang mereka malah terlihat norak.
Hijab (bahasa Arab: حجاب ħijāb) adalah kata dalam bahasa Arab yang berarti penghalang. Sejatinya hijab itu berfungsi sebagai penghalang kita berbuat kemaksiatan juga menghalangi pandangan penuh syahwat lelaki non mahram. Tapi ternyata banyak muslimah yang berhijab malah menjadi umpan untuk menarik perhatian lelaki hidung belang beraksi. Beraksi dengan mata-mata jahilnya. Serta aksi-aksi pemuas nafsu bejatnya.
Pesan umi pipit mungkin bisa mengingatkan akan pekerjaan rumah kita "Cari arti dan makna hijab serta cari hadistnya juga supaya bukan sekedar menutup. Hijab itu bukan menutup rambut tapi seluruh aurat terkecuali wajah dan telapak tangan. Kaki aja jempolnya harus ditutupi dengan kaos kaki," paparnya
Ada beberapa kegunaan hijab dalam islam. Hijab itu adalah ketaatan kepada Allah dan Rasulullah .  Hijab itu 'iffah. Hijab itu kesucian. Hijab itu pelindung. Hijab itu taqwa. Hijab itu iman. Hijab itu haya'. Hijab itu ghirrah.
Coba cek kembali niat kita memakai hijab. Sudahkan niat itu disandarkan ketaatan kepada Allah dan Rasulnya. Karena hijab salah satu bukti ketaatan kita. Sementara ketaatan adalah wujud dari cinta. Jika kita mengaku mencintai Allah dan Rasulnya sementara kita tidak taat pada-Nya. Sungguh kecintaan itu patut dipertanyakan.
Lihatlah diluar sana banyak perempuan yang marah ketika dia tak dimuliakan. Jika ada yang melihat bahkan menyentuh tubuh antunna dengan nafsu. Pastilah kita marah. Atau mungkin antunna pernah melihat ada artis melapor ke polisi karena mendapat perlakuan dari lelaki hidung belang. Padahal dia biasanya memang selalu memakai pakaian yang mengumbar aurat nan menggoda. Satu firman Allah ini mungkin bisa menyadarkan kita atas kecintaan Allah pada diri kita. Allah tak ingin kita diganggu, maka berpesanlah Allah kepada kekasihnya. Pesan untuk kita umat yang dicintainya.
 “Hai Nabi! Katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mu’min: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu.” (Q.S. Al-Ahzab: 59)
Bukan hanya kemuliaan yang kita dapatkan dengan berhijab. Kesucianpun akan kita dapatkan. Bukankah suci itu impian kita.
“Apabila kamu meminta suatu (keperluan) kepada mereka (istri-istri Nabi), maka mintalah dari belakang tabir. Cara yang demikian itu lebih suci bagi hatimu dan hati mereka.” (Q.S. Al-Ahzab: 53)
Jika kau membutuhkan perlindungan. Dengan hijab itu bisa kita dapatkan. Karena Allah yang akan melindunginya. Sebagaimana sabda Rasulullah
 “Siapa saja di antara wanita yang melepaskan pakaiannya di selain rumahnya, maka Allah Azza wa Jalla telah mengoyak perlindungan rumah itu dari padanya
Bukan pakaian mahal yang mengantarkan kita ke surga. Bukan pula pakaian cantik nan mengkilap sana sini. Melainkan pakaian taqwa.
“Hai anak Adam! Sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutupi auratmu dan pakaian indah untuk perhiasan. Dan pakaian taqwa itulah yang paling baik.” (TQ.S. Al-A’raaf: 26)
Yang diperintahkan berhijab bukanlah sembarang wanita. Tapi wanita yang sungguh mulia dihadapan Allah. Allah yang memanggil kita dengan sebutan yang sungguh indah. 
 “Dan katakanlah kepada wanita yang beriman.” (TQ.S. An-Nur: 31).  Allah Subhanahu wa Ta’ala juga berfirman: “Dan istri-istri orang beriman.” (TQ.S. Al-Ahzab: 59)
Pernahkah kau merasa malu saat mengumbar aurat. Jika iya , bersyukurlah iman masih menancap dihatimu. Baginda Rasul pun telah mengatakannya.
 “Malu dan iman itu bergandengan bersama, bila salah satunya di angkat maka yang lainpun akan terangkat.”
Pak google
Tak usah bersedih. Kita masih bisa menampakkan perhiasan. Masih bisa berdandan. Masih bisa melepas kerudung dan jilbab. Masih bisa rambut kita diurai, dikepang atau membentuknya sedemikian rupa tanpa menutupnya dengan kerudung. Dengan catatan tidak didepan lelaki yang disebutkan dalam surah An Nuur ayat 31.
“…dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara lelaki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinyua agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.” (TQS. An Nuur : 31).
Kita pun boleh tidak menggunakan pakaian luar (jilbab bukan kerudung) saat usia kita sudah memenuhi syarat kebolehan. Berhubung saat ini kita belum termasuk perempuan-perempuan tua. Maka kita tentu masih wajib menutup aurat dengan sempurna. Sebagaimana firman Allah.
“Dan perempuan-perempuan tua yang telah terhenti (dari haid dan mengandung) yang tiada ingin kawin (lagi), tiadalah atas mereka dosa menanggalkan pakaian mereka dengan tidak (bermaksud) menampakkan perhiasan (bertabarruj), dan berlaku sopan adalah lebih baik bagi mereka. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Bijaksana.” (TQS. An Nuur : 60).

0 komentar:

Posting Komentar

Copyright © 2014 Rumah Baca