Sebab Kita Seorang Muslimah
Part Kedua : Hijab itu Mesti Syar'i
Hijab
sudah sangat sering kita dengar seiring terkenanlnya komunitas yang menamakan
dirinya komunitas hijabers.
Komunitas ini sering terlihat dengan menggunakan kerudung yang di lilit-lilit. Kerudung ditumpuk-tumpuk dengan
berbagai varian warna. Pun modelnya semakin lama semakin kreatif. Pakai dalaman
kerudung yang menyerupai ponilah bahkan ada yang membentuk kerudungnya seperti
model rambut. Dengan alasan muslimah tetap dapat tampil
cantik sekalipun menutup aurat.
Tampil cantik di depan siapa. Beruntunglah jika yang dimaksud adalah di depan
suami. Karena tampil cantik depan suami dapat pahala.
Maraknya muslimah yang
memakai hijab tentu merupakan kesyukuran bagi kita. Pemandangan yang sangat
berbeda jika kita mencoba bernostalgia dengan masa kecil kita. Sangat jarang
kala itu terlihat perempuan muslim yang memakai kerudung. Kalaupun ada, biasanya
dia anak rohis atau ikut kajian. Tapi kini, bukan hanya anak rohis yang memakai
hijab. Bahkan muslimah yang sama sekali belum pernah ikut di majelis-majelis
ilmu islam juga banyak memakai hijab.
Banyak yang menyayangkan hal
ini. Karena meskipun banyak yang mengatakan dirinya telah memakai hijab, namun
tidak sesuai dengan tuntutan syara'. Lihat saja pakaian mereka. Pakai lengang
panjang tapi lekuk-lekuk tubuhnya tetap terlihat. Mata lelaki akan mudah
menebak bagaimana bentuk tubuh aslinya. Lelaki sulit menghalangi imajinasi
liarnya. Belum lagi mereka menggunakan banyak pernak-pernik yang mempercantik
tampilannya. Maaf saja tak jarang mereka malah terlihat norak.
Hijab (bahasa Arab:
حجاب ħijāb) adalah kata dalam
bahasa Arab yang berarti penghalang. Sejatinya hijab itu berfungsi sebagai penghalang kita berbuat
kemaksiatan juga menghalangi pandangan penuh syahwat lelaki non
mahram. Tapi ternyata
banyak muslimah yang berhijab malah menjadi umpan untuk menarik perhatian
lelaki hidung belang beraksi. Beraksi dengan mata-mata jahilnya. Serta aksi-aksi
pemuas nafsu bejatnya.
Pesan umi pipit mungkin bisa
mengingatkan akan pekerjaan rumah kita "Cari arti dan
makna hijab serta cari hadistnya juga supaya bukan sekedar menutup. Hijab itu
bukan menutup rambut tapi seluruh aurat terkecuali wajah dan telapak tangan.
Kaki aja jempolnya harus ditutupi dengan kaos kaki," paparnya
Ada beberapa kegunaan hijab
dalam islam. Hijab itu adalah
ketaatan kepada Allah dan Rasulullah . Hijab itu 'iffah. Hijab itu kesucian. Hijab itu pelindung. Hijab itu taqwa. Hijab itu iman. Hijab itu haya'. Hijab itu ghirrah.
Coba cek kembali niat kita
memakai hijab. Sudahkan niat itu disandarkan ketaatan kepada Allah dan
Rasulnya. Karena hijab salah satu bukti ketaatan kita. Sementara ketaatan
adalah wujud dari cinta. Jika kita mengaku mencintai Allah dan Rasulnya
sementara kita tidak taat pada-Nya. Sungguh kecintaan itu patut dipertanyakan.
Lihatlah diluar sana banyak perempuan
yang marah ketika dia tak dimuliakan. Jika ada yang melihat
bahkan menyentuh tubuh antunna dengan nafsu. Pastilah kita marah. Atau mungkin antunna pernah melihat ada artis melapor ke polisi karena
mendapat perlakuan dari lelaki hidung belang. Padahal dia biasanya memang
selalu memakai pakaian yang mengumbar aurat nan menggoda. Satu firman Allah ini mungkin bisa menyadarkan kita
atas kecintaan Allah pada diri kita. Allah tak ingin kita diganggu, maka
berpesanlah Allah kepada kekasihnya. Pesan untuk kita umat yang dicintainya.
“Hai
Nabi! Katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri
orang mu’min: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.
Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka
tidak diganggu.” (Q.S. Al-Ahzab: 59)
Bukan hanya kemuliaan yang
kita dapatkan dengan berhijab. Kesucianpun akan kita dapatkan. Bukankah suci
itu impian kita.
“Apabila
kamu meminta suatu (keperluan) kepada mereka (istri-istri Nabi), maka mintalah
dari belakang tabir. Cara yang demikian itu lebih suci bagi hatimu dan hati
mereka.” (Q.S. Al-Ahzab: 53)
Jika kau membutuhkan
perlindungan. Dengan hijab itu bisa kita dapatkan. Karena Allah yang akan
melindunginya. Sebagaimana sabda Rasulullah
“Siapa
saja di antara wanita yang melepaskan pakaiannya di selain rumahnya, maka Allah
Azza wa Jalla telah mengoyak perlindungan rumah itu dari padanya
Bukan pakaian mahal yang
mengantarkan kita ke surga. Bukan pula pakaian cantik nan mengkilap sana sini.
Melainkan
pakaian taqwa.
“Hai
anak Adam! Sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutupi
auratmu dan pakaian indah untuk perhiasan. Dan pakaian taqwa itulah yang paling
baik.” (TQ.S.
Al-A’raaf: 26)
Yang diperintahkan berhijab
bukanlah sembarang wanita. Tapi wanita yang sungguh mulia dihadapan Allah.
Allah yang memanggil kita dengan sebutan yang sungguh indah.
“Dan
katakanlah kepada wanita yang beriman.” (TQ.S. An-Nur: 31). Allah
Subhanahu wa Ta’ala juga berfirman: “Dan istri-istri orang beriman.” (TQ.S. Al-Ahzab: 59)
Pernahkah kau merasa malu
saat mengumbar aurat. Jika iya , bersyukurlah iman masih menancap dihatimu.
Baginda Rasul pun telah mengatakannya.
“Malu
dan iman itu bergandengan bersama, bila salah satunya di angkat maka yang
lainpun akan terangkat.”
![]() |
| Pak google |
Tak usah bersedih. Kita
masih bisa menampakkan perhiasan. Masih bisa berdandan. Masih bisa melepas kerudung
dan jilbab. Masih bisa rambut kita diurai, dikepang atau membentuknya sedemikian rupa tanpa
menutupnya dengan kerudung. Dengan catatan tidak didepan lelaki yang disebutkan
dalam surah An Nuur ayat 31.
“…dan janganlah
menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau
ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka,
atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara lelaki
mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita islam,
atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak
mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti
tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinyua agar diketahui
perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah,
hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.”
(TQS.
An Nuur : 31).
Kita pun boleh tidak menggunakan
pakaian luar (jilbab bukan kerudung) saat usia kita sudah memenuhi syarat
kebolehan. Berhubung saat ini kita belum termasuk perempuan-perempuan tua. Maka kita
tentu masih wajib
menutup aurat dengan sempurna. Sebagaimana firman Allah.
“Dan
perempuan-perempuan tua yang telah terhenti (dari haid dan mengandung) yang
tiada ingin kawin (lagi), tiadalah atas mereka dosa menanggalkan pakaian mereka
dengan tidak (bermaksud) menampakkan perhiasan (bertabarruj), dan berlaku sopan
adalah lebih baik bagi mereka. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Bijaksana.”
(TQS.
An Nuur : 60).

0 komentar:
Posting Komentar